Friday, August 24, 2012

Kisah Nyata Tentang Cinta: Tentang Dia


Part 13

Download Gratis applikasi buku elektronik di handphonemu, tabletmu atau di laptop mu untuk mendownload berbagai macam buku kesukaanmu!

kuterbuai oleh peyiksaan yang mengasyikkan
ingin ku habisi tapi ku tak mahu
karena dalam ketikmahukanku tersimpan berjuta harapan
akan persinggahanmu sekali lagi dalam dunia asmaraku
kalaupun harus sekejap, ku tak peduli
karena kehadiranmu bagaikan jatuhnya bintang,
sekelip namun memberi berkas yang abadi




Diary_ku, aku bisa sedikit lega malam ini meskipun cuma sejenak aku melupakannya sebab Hatiku bagai berdeyut perih saat mengingat dia. Cinta yang kurasakan memang mengalahkan segalanya bahkan ia sudah mengelabui akal sehatku. Kehadiran Danil dan Bahia mampu membawaku keluar dari perangkap Cinta yang begitu dalam dibuat olehnya. Kalau boleh aku ingin terus bersama mereka sampai aku bisa membebaskan diriku sendiri dari perangkap tersebut.

Ku ingin berterus terang padamu Diary, siapakah orang yang selalu kusebut namanya setiap saat bahkan sampai sekarangpun nama itu tak pernah leka diucapkan. Nama lengkapnya Muhammad fadznin bin Musa dan kita memanggilnya Faiz. Ku kenal dia lewat Facebook yang selama ini adalah jembatan buatku bertemu dengan orang-orang yang sudah memperkenalkanku dengan banyak warna kehidupan. Lalu kita bertukar nomor handpohe terus kita bertemu di samping Raffles City Shopping Center, City Hall. Keluar dari Stasiun Mrt City hall aku sudah langsung bisa berada di tempat aku dan dia pertama kali mengharmonikan getaran-getaran perasaan yang kemudian menghasilkan musik-musik cinta. Dia memakai bermuda dan kaos hitam serta topinya juga berwarna hitam.



Diary_ku, ketika itu sama sekali aku tidak menduga bahwa perasaan yang kunantikan-nantikan seumur hidupku kini sedang singgah dihatiku. Tak ada ungkapan bahasa maupun rangkaian kata-kata yang dapat menyamai keindahan tentang perasaan ku saat memandang dirinya. Dalam diam aku bertanya apakah ini bahasanya cinta? Ku kira hanya diriku yang sedang kehilangan kata-kata, ternyata diapun sama jadi kita berinteraksi melalui senyuman. Oh Diary, keindahan senyumannya juga tak dapat ku lukiskan dengan kata bahkan dengan apapun. Bagai aku melihat senyuman yang paling menawan yang pernah dilihat oleh mataku.
Diary_ku, lumayan lama kita berdiam diri sambil membalas senyum masing-masing. Aku tak mungkin berucap dulu sebelum dirinya berucap. Kini dia sedang menghulurkan tangannya ke arahku.
“nama saya Muhammad Fadznin bin Musa tapi awak boleh panggil saya Faiz. Nama awak siapa?”
“saya Miu”
bayangkan Diary_ku, kata-katanya begitu lembut jadi sudah pasti hatinya juga lembut. Kelembutan itu memang mampu meluluhkan segala sesuatu.
“sebelumnya awak dari mana ni?”
“saya dari rumah lah dan awak?”
“saya baru balik dari kerja. Tempat saya kerja tak jauh dari sini. Awak tengok tu building kat sana!” jawabnya sambil menunjuk kan jarinya ke arah gedung Peninsula Exelsior Hotel dan disebelahnya juga berdiri Peninsula Plaza tempat dulunya aku berbelanja pakaian sebelum aku mengenal Bugis street.



“awak, kita nak terus duduk kat sini atau kita berbual sambil jalan-jalan?” kembali dia bertanya.
“suka hati awak ajalah” jawabku singkat.
“okay,ada satu tempat yang nak saya tunjukan ke awak”
“tempat apa?”
“tempat dia very romantic, saya yakin awak mesti suka. Jom ikut saya”



Diary_ku, sungguh aku penasaran tempat apakah yang hendak ia tunjukkan kepadaku. Sudah pasti tempat itu laksana Syurga jika dia yang membawaku kesana. Memang aku sedang merasakan syurga sesuai dengan apa yang kuyakini bahwa sebenarnya syurga itu tidak harus dilihat tapi ia hanya untuk dirasakan dan syurga lah yang kini sedang dirasakan oleh hatiku. Diary_ku sungguh aku belum pernah merasakan apa yang sedang kurasakan sekarang. Ada rasa yang tak biasa dan rasanya lebih dari sekedar luar biasa. Apakah ini bahasanya cinta?



“awak dah makan?” setiap kata yang diucapkan oleh lidahnya mampu menembus relung-relung hati sanubariku. Suaranya merdu bagai buluh perindu, memang sampai kinipun suaranya masih dirindu. Diary, aku ingin sekali mendengar suaranya meskipun hanya dalam mimpi. Kuingin dia memanggil namaku, ku ingin mendengar tawanya, ocehannya dan kata-kata kasar tapi manja saat ia tengah marah kepadaku. Aku rindu dengan semua itu Diary.
“saya dah makan. Sekiranya awak belum makan tak apalah kita singgah sekejap kat Mc Donald” Diary_ku, sebenarnya aku belum makan tapi aku bohong kepadanya karena aku segan. Hanya beberapa ayunan kaki saja kita sudah bisa menemukan restoran cepat saji seperti Mc Donald, Kfc, Long Jhon dan masih banyak lagi. Kehadiran mereka memang menjamur di kota cinta pertamaku bersemi ini.
“okay sayapun sebenarnya dah makan tapi kalau awak nak sesuatu maybe awak nak beli air then kita boleh singgah sekejap kat sana
“mmm.. bolehlah”
Aku memesan minuman coca cola ukuran besar untuk kita berdua lalu dia yang membayarnya. Diary, Faiz memang pandai mencuri hatiku. Buatku tak perlu melakukan hal-hal yang besar, hal-hal kecil seperti yang ia lakukan tadi sebenarnya sudah mampu merangkai taman bunga dihatiku. Itu memang benar Diary, lelaki tidak perlu melakukan sesuatu yang besar untuk bisa meluluhkan hati perempuan sebab hal-hal kecil seperti membukakan pintu mobil, menolong membawa barang-barang yang sedang dibawa oleh pasangannya, memesankan makanan atau membelikan sesuatu yang diinginkan oleh pasangannya, hal-hal kecil seperti itulah justru punya nilai teristimewa dihati seorang perempuan. Faiz memang ahlinya tentang itu semua dan sepanjang perjalanan tadi dia juga menolongku membawakan tas rangsel yang sering kubawa kemana-mana. Diary, bagaimana aku bisa melupakannya secepat keringnya airmata dipipiku sebab kutemukan sesuatu dalam dirinya dimana sesuatu itu tidak kutemukan pada mana-mana lelaki yang pernah kukenal.

Oh faiz…
Kewujudanmu bagai mimpi indah
Biarpun sekejap tapi mampu merangkai taman syurga dihatiku
Cinta yang kau hadiahkan untukku
Seperti jatuhnya seekor bintang
Biarpun Cuma sekelip namun memberkas dihatiku untuk selamanya.

Faiz, hadirnya dirimu dalam hidupku ternyata mampu membuktikan kepadaku akan kebenaran kata-katanya Khalil Gibran, seorang punjangga legenda yang paling aku kagumi. Dalam sabdanya beliau berkata “jangan kau kira bahwa cinta itu bakalan tumbuh karena pergaulan yang lama atau rayuan yang terus-menerus. Cinta merupakan perpaduan dua perasaan yang memiliki unsur-unsur untuk saling bisa harmonis dan sekiranya ia tidak tercipta dalam sesaat maka yang namanya CINTA tak akan pernah wujud buat selamanya

Oh Diary aku juga mencium bau tubuhnya. Baunya sungguh khas, unik dari bau-bau yang pernah singgah dipenciumanku. Bau itulah yang paling ingin dihidu oleh hidungku. Kutahu dia tidak menggunakan parfum tapi bau keringatnya wangi memberikan kedamaian dihati.
“awak kuat berjalan tak?” oh Diary, dia begitu perhatian sekali kepadaku. Bagai aku melihat sosok seorang pangeran raja di negeri dongeng.
“tempat dia jauh?” aku menjawab pertanyaannya tanpa berani menatap matanya. Tatapannya sanggup membangkitkan sel-sel mati di sekujur tubuhku. Angin sore yang dingin di sekitar Marina Bay Sand seakan-akan tak mampu menyejukkan tubuhku. Aku bagai berdiri disamping perapian yang sedang merah membara.



Kita terus berjalan melewati Singapore flyer, Marina bay sand, jembatan Helix kemudian kita berhenti tak jauh dari jembatan tersebut. Kita duduk sambil menikmati air laut yang ketenangannya menggambarkan suasana dihatiku. Si jubah hitam sudah mulai menunjukan kehitamannya ketika itulah suasana disekitarku akan menjadi lebih indah berseri. Dari kejahuan jembatan helix tampak begitu megah dengan perhiasan lampu warna-warni. Semua objek yang kulihat bersinar memancarkan cahaya yang khas. Oh Diary, suasananya sungguh romantis bagai aku sulit menjelaskannya dengan kata-kata. Ini adalah Syurga, dia membawaku ke Syurga dan aku sedang merasakan Syurga itu semua karena dirinya dan dia adalah manusia yang paling aku cinta. Mungkinkah ini dinamakan cinta pada pandangan pertama?



Diary_ku berjuta kata mungkin tak cukup mengisahkan tentang Faiz sebaiknya ku gulung layar pelayaranku ke masa lalu dan kembali kemasa kini, tak terasa aku Danil dan Bahia sudah sampai ke tujuan. Bus yang membawa kami kini berhenti tepat didepan stasiun Mrt Clark quay. 



Disini adalah tempat berkumpulnya turis-turis Eropa dan sepanjang jalan menuju Liang court merupakan pub-pub berciri kan Eropa sementara Liang Court adalah shopping center untuk produk-produk buatan jepang. Dulu beberapa bulan yang lalu aku pernah bekerja sambilan sebagai pelayan restoran jepang yang berlokasi di lantai B2, Liang Court Shopping Centre sementara disebelahnya berdiri megah Hotel Novotel jadi sudah tentu area disekitar Clark quay memang ramai dengan turis-turis asing dari berbagai negara. Dan disini juga kita bisa menaiki boat yang akan membawa kita menjelajahi hingga ke patung singa raksasa yang merupakan icon negara Singapura. Sehari semalam berkunjung ke Clark quay masih belum cukup untuk bisa menikmati semua objek wisatanya. Clark quay merupakan salah satu tempat yang paling aku sukai saat berada di Singapura. 



Dulu ketika aku masih sendiri, ketika aku masih belum punya teman disini aku memang suka berjalan sendirian menikmati keindahan serta mengkagumi kemegahan kota ini. Biasanya dari tempat tinggalku di Boonlay aku akan menaiki Mrt atau kereta listrik lalu turun di City hall dan dari situ aku terus berjalan kaki menuju Clark quay kemudian dilanjutkan ke China Town karena jaraknya yang tak begitu jauh. Tapi kini aku tak sendiri lagi, sepanjang perjalanan tadi aku ditemani oleh Danil dan Bahia yang sudah ku anggap sebagai keluarga. Diary, aku sangat menyayangi mereka. Aku tak mau pergi jauh dari mereka karena berada didekat mereka masa lalu itu tak mampu menenggelamkanku dalam waktu yang lama.


Sekarang kita sudah berdiri didepan pintu masuk club bernama Zirca. Club pertama yang akan memberikan ku pengalaman baru tentang Dunia malam. Jujur aku merasa nervous sekali karena ini adalah yang pertama kalinya aku akan menikmati budaya clubbing yang merupakan budaya masa kini buat anak-anak remaja disini. Beruntung akhirnya Danil dan Bahia mampu membuatku tenang. Mereka memang sudah berpengalaman tentang kehidupan di dunia malam. Jahat dan baik tentang dunia ini sudah mereka rasakan. Kini mereka hendak mengajarku tentang apa itu Dunia malam yang sesungguhnya? Kehidupan ini memang aneh, ia tak bisa diprediksi. Padahal dulu aku paling anti dengan club, aku masih ingat lagi ketika kakakku hendak pergi ke sana, aku akan marah besar melarangnya tapi sekarang justeru aku yang akan kesana. Justeru aku yang akan menikmatinya. Semuanya sudah berubah, aku memang sudah berubah Cuma aku tak pasti apakah perubahanku ini akan mendatangkan kebaikan dikemudian hari tapi aku percaya setiap perubahan itu jauh lebih baik daripada diam ditempat tanpa melakukan sesuatu.



“dalam club nanti korang jangan terkejut bila mak sorang ja yang paling terang ehk, maaf ehk lampu-lampu dalam club semua kalah bila mak masuk sebab apa? Sebab mak kan Miss world since… 1992” Bahia sudah mulai mengepakan sayap-sayapnya. Sepanjang perjalanan tadi dia tak habis bercerita sehingga menjadikan suasana riuh rendah. Aku memang senang ketika bersamanya, dia bagaikan pelipur lara buat hatiku yang tengah berduka.



“Miu, dalam club nanti usahakan jangan berjahuan dari kita orang ya. Kalau nak pergi toilet cakap dengan kita orang biar kita orang yang temankan” oh Diary_ku, ternyata Danil orangnya sungguh perhatian dan peduli akan orang-orang disekelilingnya. Dia bimbang akan keselamatanku jadi aku tak perlu takut dan bimbang.
Sekarang kita sedang antri untuk masuk kedalam. Aku harus menunjukan kartu identitasku serta selembar surat yang diprint dari internet. Surat itu sangat penting agar aku bisa masuk secara percuma. Biasanya setiap hari minggu sebelum pukul 12 tengah malam kita bisa masuk ke Zirca tanpa harus bayar sepeserpun dengan syarat kita harus menunjukan surat yang sedang aku pegang sekarang kepada petugas yang menjaga pintu masuk.

Bersambung, nantikan episode selanjutnya. Pengalaman pertamaku di dalam club serta pengalaman pertamaku di dunia malam.

Jika Anda Ingin membeli Branded Perfume dengan harga termurah di Dunia silalah Kunjungi Galeri kami di Perfume Store!
Download Gratis applikasi buku elektronik di handphonemu, tabletmu atau di laptop mu untuk mendownload berbagai macam buku kesukaanmu!

Baca episode sebelumnya click disini “Dia itu apa adanya
Baca episode selanjutnya click disini "Dunia Malam"
Baca Daftar episode maka click disini.

Karya : Mao Kifli

Copyright

Suka dengan artikel ini?

1 comment:

  1. Nantikan Episode selanjutnya lebih seru dan menegangkan tentang dunia malam di Singapura..
    jangan lupa Like atau beri komentar Tentang Dia.

    ReplyDelete

Be To Inspire At Least One Person.